Anda berada di :

Seminar & Kegiatan > Seminar Publik "Truth, Pluralism & Public Life"

Seminar Publik "Truth, Pluralism & Public Life"

Seminar RCRS "Truth, Pluralism & Public Life"

Bagi publik Amerika, agama itu masalah personal. Agama boleh ada di kehidupan pribadi, keluarga, dan gereja. Tapi tidak boleh lebih dari itu. Itulah sebabnya Pemerintah Amerika  melarang sekolah negerinya (public school) mengajarkan mata pelajaran agama.


Mengapa Amerika mengharamkan kiprah agama di publik? Karena bagi publik Amerika, agama tidak dapat menerima fakta kemajemukan (fact of pluralism). Kehadiran agama di publik kontraproduktif, lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya.


Ironisnya,  public school Amerika dengan leluasanya mengajarkan teori evolusi, teori yang menyangkali penciptaan, mendukung ateisme, dan mempromosikan monyet sebagai  nenek moyang manusia. Bukankah evolusi dan ateis sesungguhnya  juga sebuah kepercayaan, semacam agama, atau bisa disebut agama sekuler? Konsistenkah?


Bagaimana dengan Indonesia? Benarkah kiprah agama di publik Indonesia lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya? Jika benar, lalu mengapa kekerasan (violence) yang mengatasnamakan agama tidak pernah sepi di negeri ini?


Bisakah konsolidasi agama-agama yang beragam itu  menghadirkan nilai-nilai yang  dapat menjadi dasar moralitas bersama dalam sebuah komunitas yang majemuk?


Bagaimanakah supaya dasar moral bersama itu tidak berbenturan dengan nilai-nilai agama-agama yang berbeda dan beragam itu?


Seminar  “Truth, Pluralism and Public Life” akan bahas tuntas problematika agama di ruang publik.

 

Pembicara:

Os Guinness, D.Phil. (Brooking Institution & Woodrow Wilson Center, USA)

Dr. Stephen Tong (Pendiri RCRS)

Dr. Muhammad AS Hikam (Tokoh Islam, Mantan Menristek)

 

Sabtu, 26 Februari 2011

Pk. 09.30 - 13.00 WIB

 

Aula John Calvin

Reformed Millennium Center Indonesia

Jl. Industri Blok B-14 Kav 1

Kemayoran

Jakarta

 

Registrasi:

Umum Rp. 200.000

Mahasiswa Rp. 100.000